Cara Mengajari Anak Anda Membaca Bahasa Arab di Rumah
Anda tidak perlu fasih berbahasa Arab untuk membantu anak Anda belajar membacanya.
Yang terutama dibutuhkan anak adalah:
- Pengetahuan dasar tentang huruf hijaiah dan tanda harakat.
- Rekaman pelafalan yang benar.
- Latihan rutin dengan kata, kalimat, dan cerita.
- Dorongan untuk terus membaca meskipun masih lambat.
Huruf hijaiah adalah syarat awal, bukan tujuan akhir
Sebelum memulai pelajaran membaca, anak sebaiknya mengenal huruf hijaiah dan tanda-tanda baca utama:
- Fathah
- Kasrah
- Dammah
- Sukun
- Syaddah
- Vokal panjang (mad)
- Cara huruf tersambung di dalam kata
Namun, anak tidak seharusnya berbulan-bulan hanya mengulang huruf-huruf lepas.
Begitu anak mengenali huruf dan tanda dasar, mulailah memasukkannya ke dalam kata. Kemampuan membaca yang sesungguhnya berkembang melalui kata-kata seperti:
كَتَبَ — كِتَاب — يَكْتُبُ
Penguasaan huruf hijaiah semakin kuat ketika anak terus melihat huruf-huruf itu di dalam kata yang bermakna.
Belajar membaca mirip dengan belajar berenang. Penjelasan memang membantu, tetapi si pembelajar harus masuk ke air dan berlatih. Demikian pula, anak tidak akan menjadi pembaca jika selamanya berhenti di huruf-huruf lepas. Pelajari huruf dasar dan harakat, lalu mulailah membaca.
Berapa lama satu sesi belajar sebaiknya?
Lima belas menit adalah batas minimal yang bermanfaat. Jika anak dapat tetap fokus, sesi 20 sampai 30 menit memberi lebih banyak waktu untuk pengulangan dan bacaan bersambung.
Tujuannya bukan menuntaskan materi yang banyak dalam sekali belajar. Tujuannya adalah kembali kepada kata-kata itu selama beberapa hari.
Anak bisa saja memahami sebuah kata dalam satu pelajaran lalu tetap melupakannya kemudian. Itu wajar. Kosakata menjadi mantap melalui perjumpaan yang berulang.
Rutinitas 30 menit yang praktis
Lima menit: mengulas
Baca kembali kata atau kalimat dari pelajaran sebelumnya.
Lima belas menit: melanjutkan pelajaran
Dengarkan sang guru, ulangi kata-katanya, pecah kata-kata yang sulit menjadi bagian-bagian, lalu baca kalimat atau ceritanya.
Lima menit: latihan aktif
Gunakan pertanyaan pemahaman, permainan belajar, dikte, atau latihan lain yang memakai kosakata yang sama.
Lima menit: membaca atau menulis
Minta anak membaca ulang satu bagian pendek atau menyalin satu kalimat yang berguna ke buku tulis.
Pembagian waktu ini fleksibel. Anak yang lebih kecil mungkin membutuhkan sesi yang lebih singkat. Pembelajar yang lebih besar atau sangat bersemangat boleh melanjutkan lebih lama.
Peran orang tua
Anda tidak perlu menjadi contoh pelafalan. Rekaman audio yang benar dapat mengerjakan tugas itu.
Peran Anda adalah:
- Menetapkan waktu latihan yang rutin.
- Membuka pelajaran bersama anak.
- Mendorong anak untuk mendengarkan dan mengulang.
- Kembali ke pelajaran-pelajaran lama.
- Membiarkan anak membaca dengan perlahan.
- Membantu anak terus maju setelah melakukan kesalahan.
- Menghindari terburu-buru berpindah dari satu pelajaran ke pelajaran berikutnya.
Jangan khawatir bila anak melupakan sebuah kata. Lupa adalah bagian dari belajar. Pengulangan adalah obatnya.
Jangan mengubah setiap sesi menjadi ujian
Anak tidak dituntut membaca dengan sempurna pada percobaan pertama.
Izinkan anak untuk:
- Mendengarkan lebih dari sekali.
- Melakukan kesalahan lalu mencoba lagi.
- Membaca dengan perlahan.
- Kembali ke kata yang sudah lewat.
- Membaca cerita yang sama di hari yang lain.
- Meminta bantuan tanpa merasa malu.
Kelancaran tidak lahir dari satu pelajaran yang berhasil. Ia tumbuh dari akumulasi waktu yang dihabiskan untuk membaca.
Kosakata dulu, baru tata bahasa yang abstrak
Jangan memulai dengan meminta anak menghafal penjelasan tata bahasa yang panjang.
Biarkan anak terlebih dahulu menjumpai banyak contoh dalam kata dan kalimat. Dengan latihan yang berulang, anak mulai memperhatikan bagaimana kata-kata berubah dan bagaimana kalimat bekerja.
Penjelasan singkat kemudian dapat ditambahkan bila bermanfaat. Tata bahasa seharusnya membantu anak memahami bahasa yang sudah pernah ditemuinya, bukan menggantikan latihan membaca.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan kami sebaiknya berpindah dari huruf ke kata?
Begitu anak mengenali sebagian besar huruf dan tanda harakat dasar serta dapat mencoba membaca kata yang berharakat lengkap. Jangan menunggu penguasaan yang sempurna.
Haruskah saya menjelaskan tata bahasa di setiap pelajaran?
Tidak. Mulailah dengan mendengarkan, kosakata, dan membaca. Jelaskan sebuah pola secara singkat setelah anak menjumpainya dalam beberapa contoh.
Apa yang harus saya lakukan jika anak saya membaca sangat lambat?
Lanjutkan dengan kata-kata yang mudah, kalimat, dan cerita yang sudah akrab. Baca ulang pelajaran yang sudah selesai. Kecepatan membaca tumbuh melalui membaca, bukan dengan terus-menerus kembali ke latihan huruf hijaiah yang terpisah.
Apakah semakin banyak latihan selalu semakin baik?
Latihan yang bermanfaat pada umumnya memang membantu, tetapi anak harus tetap fokus. Dua puluh menit yang penuh perhatian lebih baik daripada sesi panjang saat anak sudah lelah dan tidak lagi bersemangat.